tulisan ini mungkin tak berarti lagi, tapi kumencoba mengartikan perasaanku lewat deretan huruf huruf ini, rasanya tak berarti raga ini saat kubaca bait demi bait tulisan tentangmu, bahkan seulas senyuman tak mampu kuukir diterangnya pelangi, aku hanya mampu mengukir mendung dideretan teriknya matahari
betapa aku merasakan gelisah itu, sesak yang menahan persendianku membuatku letih untuk bernafas, rasanya ingin kuakhiri penerawanganku sampai disini, tapi kutak sanggup membiarkanmu larut dalam kesendirian, karena aku ingin kau mengerti ada aku yang akan selalu ada buatmu, sepekat apapun senyumanku hatiku akan selalu bersamamu, secuek apapun diriku hari ini bukan berarti aku melupakanmu,


